Home / Kannada sex chat books / Koena mitra dating

Koena mitra dating Sexy ukraine girl dating

Bisao Maca ‘Kedheping Netra’ Bisao Maca ‘Pasemoning Pasuryan’ Bisao Maca ‘Alelewaning Jagad’ ! Matahari lambang Semangat Kehidupan Matahari lambang akan ‘ADA’-NYA SANG BAPA ‘YANG ADA’ Bunga Matahari Kembang Waru masing-masing meng-arah-kan diri kepada ‘ YANG ESA’ dengan niscaya.

Juga Bunga Matahari yang selalu berdiri menari dengan tegak mengikuti arah perjalanan kemana Mentari ber-‘ada’ ! Saya lalu jadi teringat lagu ‘Matahari Terbit’ Diciptakan oleh : Wage Rudolf Supratman Di Timur Matahari Mulai Bercahya Bangun dan Berdiri Kawan Semua Marilah Mengatur Barisan Kita Segala Pemuda Indonesia !

Salam manis, ‘enerpheem’ PS Bunga Mawar menggerumbul luruh sekali-gus menengadah bebas menatap lepas pada realitas yang men-tampak-kan diri pada diri-nya sendiri pada kesadaran akan tiada ada-nya selubung yang menghalangi dari realitas Karena sesungguhnya Realitas men-tampak-kan diri pada kesadaran kesadaran yang bersifat active dengan ‘SANG BAPA YANG AD MAHA MENGE TAHUI sebagai acuan akan kepastian Kesadaran harus hadir … ‘tampak’ “ ‘Kesadaran’ memang mengatur ‘segala’ yang ‘tampak’ “ Kesadaran beserta seluruh proses pengamatan meng-konstitusi-kan artian object pengamatan karena konstitusi adalah activitas activitas kesadaran yang memungkinkan ‘ada’-nya penampakan realitas Bunga Mawar apapun namanya tetaplah harum tetaplah dicinta pada setiap tampilan yang khas yang anggun yang di-tampak-kan tuntas jelas … Belum ‘Ngerti’ berarti ‘ Durung Jawa’ belum mampu mengolah ‘Rasa’.

Durung Jawa sama sekali bukan berarti belum menjadi Tiyang Jawi ! Siapapun di dunia ini yang tidak mampu mengolah ‘Rasa’ akan disebut sebagai yang ‘Dhurung Jawa’ dhereng Jawi artinya yang belum mampu menerima membuka diri dan memberi diri ‘belum mengerti rasa ’.

mengingatkan saya pada Dhiadjeng Henny yang suka menyenandungkan Ghita yang selalu diikuti oleh kami kemudian … Sebagian dari kami mengira itu pasti Bunga Matahari dan lainnya mempercayai bahwa itu Kembang Waru. Phenomenology existencial bukan sesuatu yang berbeda dari Phenomenology transcendental. Deskripsi fenomenologis bermaksud memberikan makna pada eksistensi. Jadi perlukah diberikan semacam pemahaman yang lebih mendalam bagi yang berkecerdasan Spiritual atas Eksistensi Tarian Bunga berkepala Mas-Juwita berdaun Beledu dalam hubungannya dengan … Bandingkan dengan ‘Kebebasan Manusia’-nya Jean Paul Sartre. Semua kuntum-kuntum Emas Kembang Waru yang berjatuhan ke Bumi itu selalu menghadap hanya pada satu kutub belaka seakan hanya menghadap pada Sang Hyang Widdhi Maha Mengetahui Tuhan Yang Maha Esa Sang Hyang Wisesaning Tunggal Gusti Pangeran Hingkang Murbeng Gesang Gusti Pangeran Hingkang Murbeng Alam Gusti Pangeran Hingkang Murbeng Dumadi ! ‘Dimana saja kapan saja ketika setiap kali Mbakyu Neina terutama dan saya memandangi Kembang-kembang Waru yang menari gemulai kala berguguran dan jatuh ke tanah berjajaran indah dibawah pokoknya kami merasakan suatu ‘Existency’ dari ‘ YANG ADA’ ‘SANG MYSTERY’ “ !, karena kelangkaan (scarcity itu tadi) maka “manusia dengan ‘eksistensinya’ ‘merintangi eksistensi orang lainnya’ “ inilah ‘Sumber Conlict’ !!! Dalam karya nya Critique de Raison Dialectique ini tertampak ‘sikap positive’ didalam ‘inter subjective , adanya reciprocity yakni ‘hubungan timbal balik’ bahwa per-‘geseh’-an dapat diatasi dengan adanya pencapaian reciprocity didalam group.JEAN PAUL SARTRE sungguh percaya bahwa ‘TUGAS’ MANUSIA adalah ‘MEMBEBASKAN KEBEBASAN’ !!! yang adalah SANG BAPA ‘YANG ADA’ Mengapa dalam menari bunga Matahari selalu ber-‘ada’ di-‘ruang’-nya sendiri tegak berdiri bersikap menghadap ‘hanya’ ke-‘SATU’-Arah belaka dimana Mentari ber-‘ada’ ? Neneknya itu beragama Katholik dengan kecenderungan agnostisis dan Kakek beragama Protestant Dalam karyanya Le Mots Sartre menggambarkan Kakeknya yang tidak religius. Lalu Sartre dibesarkan oleh Bundanya itu dirumah Sang Kakek-Neneknya..Jadi siapapun yang dengan ‘kebebasan’ yang dimilikinya tidak pernah berani mengambil keputusan apapun maka siapapun itu tidak akan pernah ber -’ada’ tidak akan pernah sanggup bereksistensi dala, artian sebenarnya dalam artian yang kasad mata ! ’ ‘Kebebasan disini adalah tanda pencapaian purifikasi jiwa’! Orang yang telah berani ber-‘ada’ dengan telanjang ! whose fair flower, being once displayed doth fall that very hour… …” (William Shakespeare WONG JAWA : April 23, 1564- April 23, 1616) Bunga Mawar menengadah jelas lepas bebas menyongsong realitas :dalam hidupnya yang hanya sekilas- selintas … Pangandikan Swargi Eyang Gung Putri ‘Welas Asih tanpa Pamrih Tresna Anangga tanpa Dora’ ! Asih, Atut-Runtut, Sabar, Sagah–Saguh, Saresmi-Sasih, Satya, Sayuk, Suh. September 29, 2003 Gereja Roma Katholik Jalan Malang tempat dimana Sientje Khauw Mantu Efrida Yang Bijak Suasana Akad Nikah pada pagi yang cerah ini mengingatkan saya kepada suasana Perhelatan Mantu yang ‘grengseng’ oleh harumnya Sekar Melati Putih yang bertebaran di -pojok-pojok ruang bertaburan diatas permadani diatas tilam di pelaminan tersusun manis dalam jambangan tersangkut magis pada gagang keris terronce sempurna terlampir di pundak terlingkar didada disematkan didalam gelung penuh doa harapan keselamatan terangkai indah sebagai tirai di ambang pintu kamar pengantin. Eyang Gung Puteri Swargi pernah ngendhika pada suatu hari secerah hari ini sewaktu Beliau menaburkan setampah Sekar Melati Suci kedalam Bokor Kencana Ageng sesaat sebelum Upacara Siraman bahwa warna putih bersih serta harum bernuansa magis sakral … Eyang Gung Putri Swargi menjawab dengan tegas : ‘ RA S A’ Rasa disini dimaksudkan sebagai ‘Persepsi Bathin’ kawula sebagai mahluk yang ‘n Duwe Rasa’.Kebebasan dapat dimengerti sebagai keadaan situasi dimana ‘aku’ benar-benar merasa ‘diri sebagai seorang pribadi mandiri’ yang berdiri sendiri yang memampukan ‘aku sendiri’ untuk dengan ‘kehendak bebas’-ku mengarahkan ‘laku’-ku kepada ‘tujuan yang telah ‘aku’ ‘pilih sendiri’ dengan ‘Bebas-Merdeka’ yang merupakan‘tanggungjawabku sendiri sebagai ‘Tiyang Mardhiko Hingkang Marsudi… Pemilik Kebebasan Bathin Sejati adalah : Orang yang bebas dari rasa ketidak-pastian Orang yang bebas dari rasa takut dikarenakan telah beroleh kehidupan kerohanian yang mantap didalam ‘Disiplin Bathin’ ! Orang yang telah berani mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa ‘aku’ ber-’iman’ Orang yang telah mengamalkan ‘suci trilaksitha’ dengan niscaya ! Saya masih sibuk menyenduk daging buah Kelapa Muda yang manis gurih itu dan menyuapnya dengan lahap … ‘Rasa’ bukan cuma sebentuk pengertian penerimaan pesan dari luar lalu diterima dalam pemikiran . Sang Mempelai mempengaruhi Kembang Melati Suci diluar dirinya sebaliknya Kembang Melati Suci di luar Sang Mempelai mempengaruhinya. ‘Apakah sebabnya pada saat ‘Kembang Waru’ berguguran ke Bumi selalu ‘menari’ lalu ‘jatuh’ berjajaran indah bersimpuh diatas latar dibawah pokoknya menghadap hanya kepada ‘satu arah yang sama’ ? Mencoba mempelajari pertanyaan beliau : ‘Mengapa dalam menari Bunga Matahari selalu ber-‘ada’ tegak berdiri bersikap menghadap ke-‘satu ‘arah’ yang ‘sama’ dimana Mentari ber-‘ada’ ?

484 comments

  1. Poor Koena Mitra. Amy Jackson dating millionaire businessman George Panayiotou; Purab Kohli weds Lucy Payton two years after their daughter’s birth;

  2. Iii tarian persembahan dari bunga matahari dan kembang waru kepada‘yang transcendent ‘ ‘sang mystery’ ‘ada yang mutlak maha mengetahui ‘ ‘aku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*